Sabtu, 4 Februari 2012 SMAN 1 Bengalon mengadakan peringatan Nabi Besar Muhammad SAW. Peringatan kali ini mengambil tema “ Jadikan Rosulullah Teladan Terbaik Akhir Zaman” karena hanya Rosulullohlah manusia yang sempurna dan harus dijadikan sebagai suri tauladan.
Peringatan maulid ini bertujuan agar para siswa siswi menambah kecintaan kepada Rosulullah SAW serta mengikuti perilaku yang telah di contohkannya, apalagi di zaman sekarang  yang sarat dekadensi moral.
Dengan momentum ini diharapkan para siawa setelah mengetahui sejarah kehidupan Rosulullah SAW  dapat menanamkan serta mengaplikasikan akhlakulkarimah dalam kehidupan sehari, ujar Agus ketua panitia.  Kepala sekolah juga menambahkan dalam sambutannya bahwa memperingati kelahiran Nabi yakni mengenang kembali masa silam kelahiran beliau. Ada perbedaan antara kelahiran kita dengan kelahiran beliau, kalau kelahiran kita di dunia disambut dengan gelak tawa keluarga dan sanak saudara, sedang kelahiran nabi saw di sambut dengan kesedihan oleh orang – orang kafir Qurays, karena telah lahir nabi ahiruzzaman, seperti yang di beritakan dalam kitab taurat dan injil bahwa kelak akan lahir nabi ahir zaman dengan nama Ahmad. Mereka meyakini bahwa ialah calon nabi ahir zaman karena kelahirannya di sertai dengan berbagai kejadian yang luar biasa, seperti matinya api orang majusi yang selamanya tidak pernah mati dan kejadian kejadian aneh yang lain. Namun inti dari peringatan mauled ini adalah meningkatkatkan kecintaan kepada Rosulullah SAW karena belialulah nabi yang kita harapkan syafaatnya di yaumil kiyamah.
Mauled nabi kali ini menghadirkan mubalig muda yakni Langgeng Septi Cahyo salah satu murid berprestasi dari SMAN Bengalon, materi yang dibawakan adalah tentang kepemimpinan Rosulullah SAW. Dalam ceramahnya yang memukau ia mengulas tentang bagai mana rosulullah memimpin umat Islam dengan sukses, diawali dengan perjalanan yang panjang mulai dari menggembala kambing, memimpin perang, mengatur kebersihan, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang beliau lakukan dengan sabar dan penuh tanggung jawab. Cara kepemimpinan rosululah inilah yang meski kita terapkan dalam pola kepemimpinan para siswa, baik OSIS,PJI, pramuka, majlis taklim maupun olah raga, bahkan dalam diri setiap siswa, karena setiap individu mempunyai tanggung jawab memimpin yakni memimpin diri sendiri, dan kelak di akhitar semua pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya.
Acara maulid Nabi SAW diahiri dengan pembacaan do’a oleh Bp. K. Sholihudin seorangn ulama kharismatik setempat, dalam do’nya beliau meminta kepada Allah swt supaya SMAN Bengalon dalam aktifitasnya diberi kelanacaran jauh dari gangguan, siswa-siswinya diberi kesungguhan dalam belajar, menjadi anak yang solih dan solihah berbakti kepada orang tua dan guru-gurunya, demikian juga para guru diberi kesabaran dalam mengemban tanggung jawab membimbing para siswa. Amien……….


0 komentar:

Posting Komentar